Kamis, 15 Maret 2018

Membedakan Kerupuk Kulit Sapi, Kerbau, dan Babi


Membedakan Kerupuk Kulit Sapi, Kerbau, dan Babi


Kerupuk kulit memiliki banyak sebutan. Orang Jawa menyebutnya kerupuk rambak, sementara orang Padang menyebutnya jangek. Selain dua sebutan itu, ada pula yang menyebutnya kerecek atau kerupuk sayur. Kerupuk ini sangat nikmat dijadikan teman makan nasi Padang ataupun bakso.

      Umumnya, kerupuk ini dibuat dari kulit sapi, namun ada pula yang mengolahnya dari kulit kerbau. Tapi, konon kabarnya ada juga yang terbuat dari kulit babi. Nah, bagi Anda yang khawatir dengan kehalalan kerupuk kulit yang dibeli, ini cara membedakan kerupuk kulit sapi, kerbau, dan babi. 

Kerupuk Kulit Sapi

      Kerupuk kulit sapi memiliki warna putih keruh dan sedikit kecokelatan. Teksturnya renyah dan sedikit keras. Selain dapat langsung dikonsumsi, sebagian jenis kerupuk kulit sapi juga ada yang digunakan untuk campuran dalam membuat sayur. Seperti sayur sambal goreng kerecek atau sayur lodeh. Sebab, dengan ketebalannya, kerupuk kulit sapi (juga kerupuk kulit kerbau) lebih terasa kenyal dan tidak mudah hancur saat terkena bahan cair atau kuah dalam sayur. 


Kerupuk Kulit Kerbau

      Ciri utama dari kerupuk kulit kerbau adalah memiliki warna lebih kuning dibandingkan dengan kerupuk kulit sapi. Namun, teksturnya hampir sama, yaitu renyah sedikit keras. 

      Tak banyak berbeda dengan kerupuk kulit sapi kerupuk kulit kerbau ini dipasarkan di pasar-pasar tradisional dalam kemasan kecil, maupun dalam kantong-kantong besar. Harganya pun beda tipis antara kerupuk kulit sapi dengan kerupuk kulit kerbau.

Kerupuk Kulit Babi

      Warna kerupuk kulit babi lebih putih dan lebih cerah dibandingkan dengan kerupuk kulit sapi atau kerupuk kulit kerbau. Teksturnya juga berbeda, lebih renyah dan rapuh, sebab rongga-rongga dalam kerupuk kulit babi lebih halus. 

      Kerupuk kulit jenis ini jarang dijajakan di pasar-pasar, karena umumnya dijual keliling menggunakan sepeda. Tempat-tempat makan seperti restoran China atau daerah dengan penduduk mayoritas Tionghoa adalah tempat paling mudah untuk menemukan kerupuk kulit babi. Harga kerupuk kulit babi juga terbilang lebih murah dibandingkan kerupuk kulit sapi dan kerupuk kulit kerbau. Sebab, kulit babi tidak banyak dimanfaatkan atau hanya sebagai limbah saja. 
    

Teliti Dalam Memilih Kerupuk Kulit yang Halal

 

Teliti Dalam Memilih Kerupuk Kulit yang Halal


Kerupuk sudah menjadi bagian tak terpisahkan saat bersantap sehari-hari. Salah satu jenis kerupuk yang digemari adalah kerupuk kulit. Tapi, penggemar kerupuk kulit kini harus berhati-hati, karena banyak kerupuk kulit tak halal yang beredar luas.

Siapa yang tak suka kerupuk? Bahkan makan tanpa kerupuk, serasa tak komplit rasanya. Itulah sebagian besar yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia yang telah menjadikan kerupuk yang renyah dan gurih ini menjadi bagian tak terpisahkan saat menyantap makanan setiap harinya. 

Kerupuk dapat terbuat dari berbagai macam bahan, mulai dari kanji, ikan, udang, jengkol, sampai kulit sapi dan kulit babi. Oleh karena itu, khusus untuk kerupuk kulit inilah masyarakat khususnya kaum muslim harus berhati-hati. Selain bentuk dan teksturnya yang nyaris serupa, kerupuk kulit babi juga beredar bebas di masyarakat. Agar tidak terkecoh dengan kerupuk kulit yang tak halal, apa saja yang harus diperhatikan dalam membeli kerupuk kulit?

Tampilan kerupuk kulit ini sederhana, teksurnya berpori-pori karena terbuat dari kulit sapi yang dikeringkan. Dalam bentuk kering kerupuk kulit memang susah dikenali berasal dari binatang apa. Namun, umumnya kerupuk kulit yang berasal dari kulit babi biasanya berwarna lebih putih dan cerah. Selain itu kerupuk kulit dari bahan kulit babi ini juga memiliki ciri-ciri teksturnya lebih halus dengan lubang udaranya kecil-kecil dan lebih empuk.

Sebaliknya kerupuk kulit sapi berwarna agak sedikit kecoklatan. Pori-porinya lebih besar dan kasar dan rasanya kadang renyah-renyah keras. Biasanya kerupuk kulit babi dijual dengan harga lebih murah dibandingkan dengan kerupuk sapi. Sebab kulit babi dianggap sebagai limbah sedangkan kulit sapi tidak. 

Biasanya kerupuk kulit babi dijual di sepeda-sepeda dorongan, meski dalam penjualannya kebanyakan ditulis dengan jelas kalau menggunakan kulit babi. Selain itu, kerupuk kulit babi juga banyak tersedia di restoran-restoran milik warga Tionghoa karena kerupuk kulit babi banyak dijadikan pendamping dalam menikmati kwe cap atau bubur. Namun, agar tidak terkecoh dengan mengenali ciri-ciri khasnya Anda bisa lebih berhati-hati dalam membeli kerupuk kulit.

Keunikan Kerupuk Kulit




Keunikan Kerupuk Kulit
Kerupuk yang satu ini menjadi unik, karena selain popular, krupuk kulit adalah penganan yang memiliki kandungan gizi terbaik dibandingkan jenis krupuk lainnya. Di Jawa Barat kerupuk kulit dikenal dengan sebutan drokdok, sedang di sebagian daerah lain kerupuk kulit disebut juga rambak atau jangek. Kerupuk kulit biasanya terbuat dari kulit sapi, kulit kerbau atau juga kulit ikan. Sebelum dimasak, kulit-kulit tersebut diberikan bumbu rempah dan penambah rasa.
Setelah mengalami proses perebusan dan pengeringan pada terik matahari sekitar 2 hingga 3 hari, kerupuk mentah yang telah dipotong atau diiris siap digoreng dan dihidangkan. Makan ringan ini terasa nikmat jika dimasukan ke dalam kuah mie bakso, mie kocok, atau makanan berkuah lainnya. Di Kota Yogyakarta, kerupuk kulit ini menjadi salah satu bahan dalam memasak gudeg.
amai. Ada sisi positif dari menyantap kerupuk jumbo tersebut yaitu kebersamaan.Berdasarkan hasil penelitian dari Pusat Penelitian Penyakit Tidak Menular Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI, kerupuk kulit merupakan kerupuk paling bergizi dibandingkan kerupuk berbahan tapioca, terigu dan kedelai. Berbagai macam gizi seperti protein, karbohidrat, lemak serta mineral, terkandung di dalamnya. Kerupuk kulit mengandung 82,9 persen protein. Sedangkan mineral seperti kalsium, fosfor dan besi yang terkandung sebanyak 0,04 persen.

ISI KANDUNGAN GIZI KERUPUK KULIT KERBAU


 KERUPUK KULIT KERBAU

Kerupuk Kulit Kerbau adalah makanan ringan nan gurih yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.  Kerupuk Kulit Kerbau mengandung energi sebesar 422 kilokalori, protein 83 gram, karbohidrat 0 gram, lemak 4 gram, kalsium 5 miligram, fosfor 10 miligram, dan zat besi 0 miligram.  Selain itu di dalam Kerupuk Kulit Kerbau juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Kerupuk Kulit Kerbau, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.

Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Kerupuk Kulit Kerbau :

Nama Bahan Makanan : Kerupuk Kulit Kerbau
Nama Lain / Alternatif : Krupuk Kulit Kebo 
Banyaknya Kerupuk Kulit Kerbau yang diteliti (Food Weight) = 100 gr 
Bagian Kerupuk Kulit Kerbau yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Kerupuk Kulit Kerbau = 422 kkal
Jumlah Kandungan Protein Kerupuk Kulit Kerbau = 83 gr
Jumlah Kandungan Lemak Kerupuk Kulit Kerbau = 4 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Kerupuk Kulit Kerbau = 0 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Kerupuk Kulit Kerbau = 5 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Kerupuk Kulit Kerbau = 10 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Kerupuk Kulit Kerbau = 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Kerupuk Kulit Kerbau = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Kerupuk Kulit Kerbau = 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Kerupuk Kulit Kerbau = 0 mg
Khasiat / Manfaat Kerupuk Kulit Kerbau : - (Belum Tersedia) 
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : K 
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.

Keterangan :
Riset/penelitian pada Kerupuk Kulit Kerbau yang berbeda bisa menghasilkan perbedaan hasil yang didapat karena berbagai faktor yang mempengaruhi.  Mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekurangan pada informasi daftar komposisi bahan makanan Kerupuk Kulit Kerbau ini. 

Membuat Kerupuk Kulit atau Kerupuk Rambak


Kerupuk Kulit atau Kerupuk Rambak
Bahan-bahan yang dibutuhkan
  • 1 kg Kulit sapi, kerbau atau kambing
  • 1 sdm penyedap rasa
  • 2 sendok makan gula
  • 15 siung bawang putih
  • 3 sdm garam
  • Air kapur 1-2 ember 
  • Rendam kulit sapi ke dalam ember yang berisi air kapur selama kurang lebih 2 hari. Lalu bersihkan bulu-bulu kulit sapi menggunakan pisau yang tajam (pastikan benar-benar bersih)
  • Jemur kulit sapi (yang sudah direndam dalam air kapur) dibawah sinar matahari langsung hingga kering. Kemudian kulit sapi yang sudah kering dipotong-potong sesuai selera (umumnya persegi panjang atau kotak-kotak kecil)
  • Rebus kulit yang sudah kering bersama bumbu yang sudah dihaluskan (penyedap rasa, gula, bawang putih dan garam) hingga matang.
  • Angkat dan tiriskan
  • Jemur hingga benar-benar kering
  • Siapkan penggorengan untuk tahap pertama. Goreng kerupuk kulit atau kerupuk rambak kering dalam minyak dengan suhu sedang dan menggunakan api kecil sampai kerupuk kulit sapi agak mekar, lalu angkat dan tiriskan.
  • Siapkan penggorengan tahap kedua. Goreng kembali kerupuk kulit rambak tadi dalam minyak panas menggunakan api besar hingga kerupuk kulit sapi atau kerupuk rambak mekar, lalu angkat dan tiriskan.
  • Biarkan sampai dingin, lalu masukkan dalam toples yang tertutup rapat.
  • *catatan: rahasia supaya kerupuk kulit atau kerupuk rambak renyah dan gurih saat dimakan adalah dengan melakukan proses penggorengan hingga 2 kali.
    Selain untuk camilan sehari-hari, ternyata kerupuk kulit atau kerupuk rambak memiliki beberapa manfaat.

Pengembangan Kerupuk Jangek Kulit Ayam


Kerupuk Jangek Kulit Ayam

  1. Kerupuk Jangek, merupakan kerupuk yang berasal dari daerah Sumatera barat. Kerupuk ini berbahan dasar kulit hewan, umumnya yang digunakan adalah kulit kerbau. Keunikan dari kerupuk ini adalah bahan dasarnya yang tidak menggunakan tepung seperti kerupuk lainnya. Kerupuk ini dibuat dengan merebus kulit kerbau yang sebelumnya telah dibersihkan kemudian memanaskannya diatas api supaya bulu-bulunya dapat dicabut. Kemudian dipotong dengan ukuran sekitar 1cm x 1cm ditaburi garam dan dijemur selama dua hingga tiga hari . Setelah itu kerupuk bisa digoreng dengan minyak panas sebanyak dua kali karena kerupuk ini sulit untuk mengembang,. Kerupuk ini dikonsumsi sebagai pelengkap makanan seperti kerupuk udang atau bawang. Di daerah asalnya kerupuk ini merupakan pelengkap sate dan lontong sayur. Untuk ketersediaan di pasar sendiri kerupuk ini belum tentu dapat kita temukan diseluruh wilayah Indonesia, kerupuk jange yang setengah matang (harus digoreng terlebih dahulu) umumnya dijual di beberapa pasar di Sumatera Barat seperti pasar atas bukittinggi dan restoran Padang di beberapa daerah. Melihat tren pasar yang marak dengan kriminalitas dalam pengembangan makanan, pembelian kerupuk jangek yang sudah matang perlu diwaspadai mengingat maraknya pemalsuan bahan makanan dari bahan kulit binatang yang diganti dengan kulit sepatu seperti pada penjualan cireng atau krecek. Jika dikembangkan lebih lanjut produk ini dapat menjadi salah satu sarana untuk menanggulangi foodwaste karena menggunakan bahan kulit binatang. Jika selama ini kulit yang digunakan adalah kulit sapi atau kerbau, kerupuk ini seharusnya dapat dikembangkan dari beberapa jenis kulit binatang yang sering dibuang. Selain itu, kerupuk ini dapat menjadi alernatif bagi masyarakat yang ingin menikmati kerupuk namun memiliki masalah ketika mengonsumsi makanan yang mengandung tapioka atau pengembanga, karena kerupuk ini tidak menggunakan pengambang.

  1. Selama ini kerupuk jangek berbahan dasar kulit sapi atau kerbau. Sayangnya harga kedua hewan ini semakin tinggi sehingga untuk membuat kerupuk ini dibebrapa wilayah akan memakan biaya yang tinggi. Untuk itu saya memiliki ide untuk membuat kerupuk jangek berbahan dasar kulit unggas, dimana harga unggas lebih murah dan lebih mudah dibudidayakan dibanding kerbau atau sapi. Dengan kerupuk dibuat dari kulit ayam, pasar akan semakin luas, mengingat terdapat beberapa golongan yang tidak dapat mengonsumsi sapi dan kerbau baik karena faktor kepercayaan atau karena kesehatan.

  1. Langkah pertama yang dilakukan adalah idea generation dimana tim yang dibentuk akan mengumpulkan ide-ide mengenai bagaimana produk kerupuk jangek ayam ini akan dibuat. Setiap anggota tim akan menguraikan ide mereka masing-masing mengenai modifikasi yang akan dilakukan pada kerupuk jangek berbahan dasar kulit unggas ini, baik ide sumber kulit (dari unggas apa? Ayam, itik ?) atau bagaimana bumbu yang digunakan (hanya ditaburi garam atau ditambahkan kondimen lain?).
Setelah itu dilakukan idea screening dimana ide-ide yang sudah dikumpulkan dibahas satu- persatu, dilihat mana yang mungkin untuk dilakukan baik dari segi ketersediaan alat dan modal maupun penerimaan masyarakat terhadap produk ini nantinya di pasaran. Setelah satu-persatu dibahas tim akan sepakat pada satu atau kominasi dari beberapa ide yang dapat dilakukan pada untuk mengembangkan produk ini.
Langkah ketiga adalah melakukan concept testing dimana ide yang telah disepakati oleh tim diuji coba untuk dibuat. Tim mencoba resep dan lengkah-langkah yang telah disepakati, dilihat seperti apa hasil yang didapat apakah sesuai harapan atau tidak. Contohnya berdasarkan idea generation dan idea screening disepakati bahwa kerupuk jangek yang dibuat adalah kerupuk jangek ayam yang dibuat mengikuti pembuatan kerupuk jangek konvensional dengan tambahan bumbu merica dan garam. Tim akan mencoba melakukan prosedur yang sama dengan pembuatan kerupuk jangek kulit sapi ( merebus, memanaskan, dan menjemur kemudian menggoreng). Setelah prosedur ini dijalankan kerupuk yang dihasilkan sesuai dengan kerupuk yang biasa beredar di pasaran sehingga dapat dilanjutkan lengkah berikutnya.
Kemudian tim melakukan analisa bisnis, dimana modal yang diperlukan untuk membuat satu kemasan kerupuk dihitung kemudian diatur berapa harga yang cocok ketika produk ini diluncurkan dipasaran. Modal yang dihitung mencakup harga bahan mentah yang akan diolah beserta alat-alat yang digunakan untuk mengolah kerupuk ini. Biaya energi (gas, listrik) dan biaya tenaga kerja juga dimasukan dalam perhitungan. Harga juga disesuaikan dengan target konsumen. Setelah tim mendapat gambaran yang jelas mengenai siapa target konsumen dan di daerah mana produk ini akan dipasarkan, maka tim juga melakukan analisa bagaimana mekanisme distribusi produk yang sudah jadi. Untuk itu diperlukan pengetahuan mengenai umur simpan dari produk kerupuk ini sehingga tim dapat memprediksi berapa kuota yang didistribusikan pada agen-agen yang akan menjual kerupuk ini (berapa banyak kemasan yang diantar? 25 kantung sekali antar? 50 kantung?) dan frekuensi pengantaran produk (seberapa sering distribusi dilakukan ? tiga hari sekali? Seminggu sekali?).
Setelah didapat analisa bisnis yang matang barulah dilakukan produksi dalam skala percobaan untuk melakukan tes terhadap penerimaan oleh pasar. Tes ini bisa dengan meluncurkan produk ini pada beberapa titik yang dianggap potensial dalam jumlah yang tidak terlalu banyak untuk melihat animo dari masyarakat. Setelah uji coba pasar keluar hasilnya komersialisasi dari produk ini dapat dilakukan, dimana produk diproduksi dan dipasarkan sesuai target pasar yang diharapkan. Selain itu produk juga dilengkapi dengan perizinan yang sesuai dengan kualifikasi produk. Tabel dibawah merupakan penggolongan produk berdasarkan aset yang digunakan dan omset yang diperoleh
npd uts
Sumber: slide kuliah npd pertemuan 1
Setelah produk diluncurkan ke pasaran maka tim akan memonitor produk tersebut di pasaran dan mengevaluasi apa saja yang perlu dibenahi dari proses produksi produk. Untuk kesuksesan produk tim juga perlu bersabar dan menyadari product life cycle yang mencakup introduction(penjualan masih rendah), growth (penjualan mulai meningkat), maturity (penjualan konstan), dan decline (penjualan mulai turun). Sehigga tim harus bisa memprediksi dengan tepat kapan produk masuk ke setiap tahap siklus untu dapat mengevaluasi hasil penjualan dengan tepat.

  1. Mesin oven pengering merupakan teknologi yang tepat, karena membantu mempercepat proses pengeringan dari kulit, sehingga tidak perlu menjemur hingga berhari-hari harga dari oven ini berkisar antara Rp. 6.000.000,- hingga Rp. 15.000.000,- sehingga jika kita perlu hingga 100 buah oven saja kita akan memiliki aset sebesar Rp. 1,5 milyar .Selain itu kita juga memerlukan mesin pencuci untuk mempercepat proses pencucian dimana harga mesin pencuci berkisar Rp. 18.000.000,- sehingga ketika kita memiliki 100 mesin pencuci aset kita adalah Rp 1,8 milyar ketika angka ini ditambah aset untuk mesin pengering kita menghabiskan Rp. 3,3 milyar sehingga masih tergolong usaha menengah.  karena aset maksimal mencapai Rp.10.000.000.000,-.
  2. Untuk pengolahan sama seperti nomor 4 automasi pada produksi mencakup pencucian dan pengeringan. Pencucian dilakukan dengan bantuan konveyor. Untuk pengeringan digunakan drum dryer dimana riset Eskew et.al membuktikan drum dryer dapat mengurangi kadar air dari 80% menjadi 5% dari waktu 20 detik. Ketika telah menembus pasar internasional kerupuk akan hadir dengan keadaan siap makan (telah digoreng), dimana penggorengan menggunakan air fryer yang menghasilkan hasil yang sama dnegan deep fryer namun dengan kandungan lemak yang rendah. Untuk pengemasan digunakan kemasan multilayer yang lebih aman dibanding kemasan alumunium yang lebih mum digunakan untuk pengemasan keripik. . Untuk distribusi digunakan kapal laut seperti distribusi barang lainnya. Bahan yang digunakan juga diuji kadar mikrobanya untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional dengan HACCP.

  1. Merek kerupuk yang ini adalah Jangchick (jangek chicken), produk ini ditempatkan sebagai camilan untuk keluarga. Kemasan jangchick berwarna merah putih menggambarkan produk ini berasal dari Indonesai dengan bahan dan metode asli Indonesia.

Membedakan Kerupuk Kulit Sapi dan Kerupuk Kulit Berbahan Kulit Limbah


Membedakan Kerupuk Kulit Sapi dan Kerupuk Kulit Berbahan Kulit Limbah

Kerupuk kulit merupakan salah satu camilan yang tidak asing lagi di telinga dan lidah warga Indonesia. Kerupuk merupakan makanan tambahan sebagai pelengkap dalam menu berat. Tak jarang kerupuk dapat dijadikan camilan yang enak di kala senggang. Kerupuk Kulit dapat terbuat dari kulit sapi, kulit ikan, atau kulit kerbau. Rasanya yang renyah dan enak tentu menjadi teman makan yang setia.
Tidak heran banyak yang menyukai kerupuk kulit. Cita rasanya memang sangat lezat karena terbuat dari kulit hewan. Hasilnya, ada rasa gurih yang diselimuti tekstur berminyak nan kaya. Kulit memang memiliki kandungan lemak dan minyaknya tersendiri.
Sayangnya, banyak produsen nakal yang menjual barang tiruan dengan bahan lain selain dari kulit hewan. Dengan tujuan mengeruk keuntungan yang besar, kerupuk kulit palsu terbuat dari sisa limbah kulit bekas industri sepatu, tas atau jaket. Sisa kulit ini bukan kulit biasa, namun sudah terkena proses penyamakan. Sisa kulit ini sudah tercampur dengan sejumlah bahan kimia berbahaya dan apabila kita konsumsi dapat menyebabkan kanker bahkan dapat menyebabkan kematian.
Dengan segala akal bulus produsen, mereka juga dapat membuat kerupuk kulit dengan bahan utama dari kulit hewan, namun dengan campuran bahan kimia H202 dan tawas sebagai zat tambahan agar kerupuk terlihat mekar saat digoreng. Hampir 90% bahan kimia terdapat pada kerupuk rambak kulit karena harga bahan dasarnya jauh lebih murah.
H202 dan tawas yang dikonsumsi akan menimbulkan efek kepikunan dan berdampak pada kulit. Kulit menjadi kusam, kering dan pucat. Selain itu tawas juga dapat menyebabkan gangguan ginjal dan fungsi hati.
Ditemui di pabrik rumahan miliknya yang terletak di daerah Gebang Raya Tangerang, Pak Daswan, seorang pengusaha kerupuk kulit sapi menjelaskan mengenai proses pembuatan kerupuk kulit yang benar, serta memberikan tips bagaimana cara membedakan kerupuk kulit sapi dengan kerupuk kulit bahan limbah.
"Tahap paling susah itu dari tingkat mencarikan bahan kulit sapi yang segar dan bagus, bukan saat proses pembuatan kerupuk. Cari bahannya itu, paling susah. Gagal dari situ aja, udah gagal jadi kerupuk." Ungkap Pak Daswan saat ditanya mengenai bahan baku utama kerupuk kulit.
"Jadi tuh pertama kulitnya kita sasak, kaya yang lagi dikerjain Jajang itu, dikerok bulunya, direbus. Direbus, kita rebus itu, kita bersihin, kita cincang, sesuai kaya cincang kaya bentuk dadu, dijemur. Habis dijemur, kita lapuh, itu dari umpamanya masuknya (dijemur) jam 9, nanti dibawa keluar jam 3, diangkat gitu. Itu namanya ngelapuh. Nah itu dia yang baru jadi bahan. Setelah di lapuh, kita tiriskan kembali, baru digoreng jadi bahan kerupuk." Jelas Pak Daswan mengenai proses pembuatan kerupuk kulit yang sudah dilakukannya selama belasan tahun.
Pak Daswan juga membagikan tips yang kira-kira akan membuat kita lebih mudah membedakan kerupuk kulit sapi dengan kerupuk kulit limbah, diantaranya adalah:
Kerupuk Kulit Asli
  • Permukaan kulit kasar dan berpori-pori
  • Warna agak gelap kecoklatan
  • Tidak terasa berbau atau aneh saat dikonsumsi
  • Nyaman di tenggorokan
  • Digoreng akan mekar
Kerupuk Kulit Palsu
  • Permukaan kulit cenderung halus/licin
  • Warna kerupuk lebih terang berkilau karena mengandung bahan kimia
  • Terasa bau bahan sintetis atau bahan kimiawi saat dikonsumsi
  • Tenggorokan terasa gatal dan nyeri setelah mengkonsumsinya
  • Tidak mekar saat digoreng, kecuali menggunakan campuran tawas tadi